Langsung ke konten utama

Postingan

Solo, traveller

Kemarin untuk beberapa kalinya gue pergi ke suatu kota sendirian. Banyak dari kalian maupun orang yang gue temui dijalan menanyakan gue pergi sama siapa, kenapa sendirian, dan ada perlu apa pergi jauh sendirian. Why does everyone ask that questions? Is it scary? *** Sewaktu gue travelling sendirian entah kenapa pertanyaan itu selalu muncul. Kenapa engga pergi ramean, apa engga takut ? engga bingung ? Seru juga kok pergi ramean, tapi ga menutup kemungkinan, sendiri juga asik. Gue notaben anak rumahan, dimana sekolah SD-SMA itu masih ikut zona terdekat wkw. Dulunya, gue adalah anak yang penakut, buat ke terminal aja naudzubillah ngerinya, apalagi ke tempat nenek yang letaknya dikota sebelah aja gamau sendiri. Tapi, dengan rasa penasaran gue untuk meng-explore itu ternyata bisa mengeluarkan gue dalam zona ini. Jaman sekarang gampang kok buat kita mengexplore lebih dunia diluar sana. Bingung arah? Ada gmaps, ada google. Gmaps ga bener? Butuh rekomendasi tempat nyaman? nanya ke ora...
Postingan terbaru

be strong, to be independent woman

Hello everybody! Wah udah lama nih gue baru nulis lagi setelah beberapa lama kemarin, gue nulis ilmiah aka skripsi haha. Maklum, tingkat akhir. *** Well, beberapa bulan yang lalu, gue ngelakuin penelitian tentang alat tangkap yang gue desain, gue simulasiin hingga gue uji coba lapang sendiri dengan ngikut nge trip kapal. Mulai dari nge desain dan simulasiin. Orang-orang heran, “kok lu mau sih?” “haha inikan gawenya anak laki, yakin kuat?” dan pertama kalinya gue masuk ke tukang las sendiri dan mengerti alat-alat pertukangan haha. but, its no problem for me. Bagi gue perempuan, ngga semestinya selalu mengandalkan bantuan dari laki-laki sepenuhnya, tidak semestinya selalu bernada mendayu seperti merayu. Ew, enough for me. walaupun dibeberapa part memang, wanita membutuhkan seorang boundary , support , positive energy untuk kehidupannya. Selama penelitian, banyak banget hal yang gue temuin. Mulai dari susahnya gue menggunakan tang, kena solder, dukanya gue ngetrip sampe puyeng ...

Point of life

Selama hidup 21 tahun didunia, ternyata usia yang paling challanging dimulai dari usia 20 tahun. Diusia memasuki 20 tahun, hidup gue yang tadinya mulus, lempeng, asik, seru dan manis semua problematika yang ada dapat terselesaikan dengan berakhir indah dan mudah. Manusia didunia pun terasa seragam, sama tapi tidak mungkin sama. Seketika hidup terasa seperti roller coaster , terasa sulit diikuti, bahkan sulit dimengerti. Seolah hidup diusia 20 tahun terasa lebih menyadarkan bahwa manusia didunia, sangat beragam dengan segala dramanya. *** Gue yang masih terbawa sifat remaja dengan penuh kepolosan, sering kali pusing dihadapkan dengan manusia yang beragam dan seolah dipaksa untuk menjadi dewasa. Pemikiran yang terkadang membuat perasaan menjadi hancur, atau sebaliknya. Its ok .  Im only human . 20 tahun seperti usia titik balik untuk kita lebih menyadari this is reality of life, true life . *** Gue belajar menjadi orang yang sabar ketika gue diuji menjadi satu –satun...

Be your self

Gue akhir –akhir ini nge aktifin kembali sosial media gue yang bernama instagram. Mirip anak remaja jaman sekarang, labil. Instal, un instal. Gue sendiri sebenernya pake instagram juga belum ngerti manfaat dari gunain instagram, yang gue tau cuma liat reality life dari orang lain sehari –harinya, dan gue cenderung lebih suka ke sosial media twitter yang dimana disana banyak informasi yang gue dapet dibandingkan ngeliat kehidupan orang lain. *** Disuatu hari, gue liat sebuah instastory dari seseorang selebgram terkenal. Dia suka ngereceh, nge upload screenshoot –an dari fansnya yang ngerekomendasiin dirinya untuk buka akun youtuber yang akhir –akhir ini terkenal akan berdandan yang unik dan langka. Gue langsung penasaran disitu, kenapa dia sampai seterkenal itu ? siapa dia ? akhirnya gue pun buka akun youtube itu juga. Setelah gue buka, ternyata seorang perempuan dewasa yang tampak seperti anak kecil dengan polosnya mencoba bermake up untuk segala momen dan segala cara yang baru...

Male Vs Female

Hmm, bahas gender. Hal ini terkadang cukup menarik untuk dibahas, terlebih banyak pertanyaan yang keluar dari orang lain akan masalah ini. Entah dari sisi sebuah hubungan individu dengan individu maupun dalam berkelompok. Kenapa sih cowok itu gapeka ? kenapa sih dia begini, begitu dan segala macem keluhan perempuan terhadap seorang laki –laki yang ia sayangi.  Its mainstream  untuk gue denger bahkan udah gue kategorikan sebagai hal yang basi. Akhirnya gue pun mencari apa sih perbedaan yang sesungguhnya. *** Dalam buku berjudul  men for mars, women for venus   ditulis oleh John Gray pada 1992 (gue baca di internet). Buku ini ditujukan untuk memahami hubungan antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan sikap antara perempuan dan laki-laki membuat sering terjadi salah paham antara kedua belah pihak. Namun, benarkah otak perempuan dan laki-laki bekerja dengan cara yang berbeda? *** Peneliti diabad 19 ternyata sudah dapat membedakan perempuan dan laki...

How about feelings

Seperti salah penulis novel atau mungkin beberapa orang lainnya, gue juga menyukai pelajaran biologi, kimia bahkan matematika pas SMA yang buat gue pernah kepikiran buat jadi guru di salah satu mata pelajaran itu. Salah satu materi yang dipelajari dalam biologi adalah sistem indera. Rasa berarti tanggapan indra terhadap rangsangan saraf seperti manis, pahit, masam terhadap sebuah indera. Pedas bukan termasuk rasa, tapi itu sensasi. *** Dari semua rasa itu, gue mikir. Kenapa ada rasa selain rasa yang ada diatas? Kenapa muncul adanya perasaan disisi rasa ? Ya. Rasa menyukai, membenci bahkan menyakiti. Seperti biasa, untuk menjawab overthinking gue, guepun mencoba mencarinya sendiri. *** Perasaan menurut psikologi adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan negatif. Selain itu dalam pandangan Dirganusa, Perasaan ( feeling ) mempunyai dua arti. Di tinjau secara fisiologis, perasaan adalah pengindraan, ...

Manusia dengan segala pemikiran

Saat ini gue lagi berada di tempat tinggal sementara gue selama di tanah rantau (read : kamar kosan). Kamar kosan ini tempat dimana gue belajar, beristirahat dan ngelakuin aktivitas lainnya termasuk merenungkan sesuatu yang telah terjadi. Entah itu hal yang hari ini terjadi hari ini atau kejadian lampau yang teringat kembali untuk bahan introspeksi diri, bahan pengingat diri. Gue keinget kejadian saat gue berkendara menuju kekota. Dengan segala kejadian hiruk pikuk yang terjadi dijalanan, banyak orang yang mengeluh, entah itu mengeluh perihal macet, panas dan debu jalanan, sampai mengeluh bahkan memarahi antar pengemudi   kendaraan yang tiba –tiba berhenti yang dapat menyebabkan kemacetan atau kecelakaan itu sendiri. Bunyi klakson pun sering di bunyikan oleh si pengendara yang enggan menunggu kemacetan atau hal yang bersifat mengganggu lainnya. Bahkan ada pengemudi yang mengeluhkan aparat seperti polisi yang dianggapnya sulit untuk mengatur jalanan. Tanpa kita tau bahwa aparat ju...