Langsung ke konten utama

be strong, to be independent woman


Hello everybody! Wah udah lama nih gue baru nulis lagi setelah beberapa lama kemarin, gue nulis ilmiah aka skripsi haha. Maklum, tingkat akhir.
***
Well, beberapa bulan yang lalu, gue ngelakuin penelitian tentang alat tangkap yang gue desain, gue simulasiin hingga gue uji coba lapang sendiri dengan ngikut nge trip kapal. Mulai dari nge desain dan simulasiin. Orang-orang heran, “kok lu mau sih?” “haha inikan gawenya anak laki, yakin kuat?” dan pertama kalinya gue masuk ke tukang las sendiri dan mengerti alat-alat pertukangan haha. but, its no problem for me. Bagi gue perempuan, ngga semestinya selalu mengandalkan bantuan dari laki-laki sepenuhnya, tidak semestinya selalu bernada mendayu seperti merayu. Ew, enough for me. walaupun dibeberapa part memang, wanita membutuhkan seorang boundary, support, positive energy untuk kehidupannya. Selama penelitian, banyak banget hal yang gue temuin. Mulai dari susahnya gue menggunakan tang, kena solder, dukanya gue ngetrip sampe puyeng bau solar, dikasih makan nasi bungkus, mogoknya motor kehabisan bensin ditengah hutan, bangun jam 3 lewati kuburan, diperlakukan sama seperti nelayan dan senengnya bisa bergaul dengan masyarakat nelayan disana. dan gue ngelakuinnya sendiri. Tapi untunglah, pas ngetrip awal, gue ditemenin sama temen gue.
Data keambil, lanjut olahdata. Gilasih, bagi mahasiswa tingkat akhir memang cukup melelahkan. Ambil data sendiri, olah sendiri, sampe puyeng sendiri haha. Tapi ya memang kewajiban mau gamau,harus dijalani eh kelar. Setelah kelar olahdata, ngedraft, seminar hasil dan sidang. Ngomong alurnya sih enak, tapi dibalik itu? tidak semua orang tau. berapa strugle-nya gue menghadapi semua ini. Mulai dari drama manusia-manusia selama penelitian sampe draft, motor ilang pas hari H seminar, sampe pertengahan hari sidang drama manusia pun terjadi yang buat gue sangat sakit hati, for the first time. Terus jatuh kepleset haha. Lelah pasti, ngeluh capek iya. Pusing pasti, “duh ini gue gimana nanti”. Gue manusia biasa, dan anehnya diri gue sendiri yang minta untuk tetap bertahan atas sugesti positif gue untuk tetap tenang dan selalu memaafkan semua orang yang akhirnya lupa dan lega akan sebuah permasalahan di kemudian hari. Sampe gue mikir, ada apa dengan gue? What’s wrong? Kobisa gue kuat? Jawaban ketika gue menginstrospeksi sebuah kejadian yaitu Manusia itu pasti mempunyai problem. Tidak ada, manusia tanpa problem. Problematika itu, membuat manusia menjadi lebih challanging, stronger and independent to be real human. 3 keywords: Sabar, Ikhlas dan Bersyukur. Dari pengalamanlah manusia lebih banyak belajar lebih dari sekedar teori. Dari sebuah penelitian, gue belajar betapa banyak step dan metode dengan tepat dilalui, akan membuahkan hasil yang sesuai. Dan sejauh ini dari sebuah pengalaman, gue bisa belajar untuk: be strong, to be independent woman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Male Vs Female

Hmm, bahas gender. Hal ini terkadang cukup menarik untuk dibahas, terlebih banyak pertanyaan yang keluar dari orang lain akan masalah ini. Entah dari sisi sebuah hubungan individu dengan individu maupun dalam berkelompok. Kenapa sih cowok itu gapeka ? kenapa sih dia begini, begitu dan segala macem keluhan perempuan terhadap seorang laki –laki yang ia sayangi.  Its mainstream  untuk gue denger bahkan udah gue kategorikan sebagai hal yang basi. Akhirnya gue pun mencari apa sih perbedaan yang sesungguhnya. *** Dalam buku berjudul  men for mars, women for venus   ditulis oleh John Gray pada 1992 (gue baca di internet). Buku ini ditujukan untuk memahami hubungan antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan sikap antara perempuan dan laki-laki membuat sering terjadi salah paham antara kedua belah pihak. Namun, benarkah otak perempuan dan laki-laki bekerja dengan cara yang berbeda? *** Peneliti diabad 19 ternyata sudah dapat membedakan perempuan dan laki...

Be your self

Gue akhir –akhir ini nge aktifin kembali sosial media gue yang bernama instagram. Mirip anak remaja jaman sekarang, labil. Instal, un instal. Gue sendiri sebenernya pake instagram juga belum ngerti manfaat dari gunain instagram, yang gue tau cuma liat reality life dari orang lain sehari –harinya, dan gue cenderung lebih suka ke sosial media twitter yang dimana disana banyak informasi yang gue dapet dibandingkan ngeliat kehidupan orang lain. *** Disuatu hari, gue liat sebuah instastory dari seseorang selebgram terkenal. Dia suka ngereceh, nge upload screenshoot –an dari fansnya yang ngerekomendasiin dirinya untuk buka akun youtuber yang akhir –akhir ini terkenal akan berdandan yang unik dan langka. Gue langsung penasaran disitu, kenapa dia sampai seterkenal itu ? siapa dia ? akhirnya gue pun buka akun youtube itu juga. Setelah gue buka, ternyata seorang perempuan dewasa yang tampak seperti anak kecil dengan polosnya mencoba bermake up untuk segala momen dan segala cara yang baru...