Kemarin untuk beberapa
kalinya gue pergi ke suatu kota sendirian. Banyak dari kalian maupun orang yang
gue temui dijalan menanyakan gue pergi sama siapa, kenapa sendirian, dan ada
perlu apa pergi jauh sendirian. Why does
everyone ask that questions? Is it scary?
***
Sewaktu gue travelling
sendirian entah kenapa pertanyaan itu selalu muncul. Kenapa engga pergi ramean,
apa engga takut ? engga bingung ? Seru juga kok pergi ramean, tapi ga menutup
kemungkinan, sendiri juga asik. Gue notaben anak rumahan, dimana sekolah SD-SMA
itu masih ikut zona terdekat wkw. Dulunya, gue adalah anak yang penakut, buat
ke terminal aja naudzubillah ngerinya, apalagi ke tempat nenek yang letaknya
dikota sebelah aja gamau sendiri. Tapi, dengan rasa penasaran gue untuk
meng-explore itu ternyata bisa mengeluarkan gue dalam zona ini. Jaman sekarang
gampang kok buat kita mengexplore lebih dunia diluar sana. Bingung arah? Ada
gmaps, ada google. Gmaps ga bener? Butuh rekomendasi tempat nyaman? nanya ke
orang langsung. As simple as that. Apalagi?
Banyak deh. Bagaimana kita menyikapi, bagaimana kita memilihnya, dan
menyelesaikannya, yang bikin kita mandiri itu. thats
the point. Solo travelling itu ga
semenyeramkan apa yang dibayangin kok. Solo travelling
itu menurut gue pribadi bisa men-challange
diri gue sendiri buat bisa lebih mandiri dan mampu menyikapi sesuatu
kejadian dengan sendiri dengan budaya dan kebiasaan diluar habit kita sendiri. Dengan
berkenalan dengan orang baru, mengenali, mengetahui sifat orang dan kebiasaan, kuliner baru dan saling memberi ramah tamah dengan orang diluar circle hidup
kita sendiri itu seru. Dengan itu semua, setidaknya gue punya pengalaman
sekaligus bekal hidup gue nantinya. Yang pasti yang terbaik, yang gue ambil. dan gue sangat bersyukur dapatinya. "the key for happiness is when you thankful for the grace that God has given"
***
Suatu ketika, gue duduk
di ruang tunggu di salah satu terminal maupun stasiun di sebuah kota. Gue
mengamati betapa beragamnya manusia didunia ini. Ada yang sabar menanti, ada
yang sangat kritis membandingkan tiket terhadap realita jam pemberangkatan, ada
yang sangat excited ke liburannya kemudian sharing,
ada yang bingung karena baru pertama kali bepergian, dan sebagainya. Suasananya
riuh, tapi seru kalo gue amati. Ga cuma WNI, tapi ada WNA juga disana. Yang
unik, gue menemukan ibu hamil yang sangat gelisah menunggu sebuah kedatangan
bis. Gue langsung aja ajak ibu muda itu komunikasi, menanyakan berapa lama
beliau mengandung,sampai beliau menceritakan betapa struggle-nya menjadi ibu yang hampir gagal menjadi ibu, yang gabisa gue ceritakan semua disini. "our life is very difficult, but there are millions of more difficult life out there". Sampai akhirnya, tanpa disadari bis gue-pun datang dan gue enjoy menikmati
perjalanan, enjoy with my self. Jangan
lupa bawa novel atau buku bacaan lain, biar makin enjoy dijalan hehe. Soon, gue
ajak pasangan atau bahkan suami gue buat travelling asik kali ya? Hehe.
Komentar
Posting Komentar