Langsung ke konten utama

Be your self


Gue akhir –akhir ini nge aktifin kembali sosial media gue yang bernama instagram. Mirip anak remaja jaman sekarang, labil. Instal, un instal. Gue sendiri sebenernya pake instagram juga belum ngerti manfaat dari gunain instagram, yang gue tau cuma liat reality life dari orang lain sehari –harinya, dan gue cenderung lebih suka ke sosial media twitter yang dimana disana banyak informasi yang gue dapet dibandingkan ngeliat kehidupan orang lain.
***
Disuatu hari, gue liat sebuah instastory dari seseorang selebgram terkenal. Dia suka ngereceh, nge upload screenshoot –an dari fansnya yang ngerekomendasiin dirinya untuk buka akun youtuber yang akhir –akhir ini terkenal akan berdandan yang unik dan langka. Gue langsung penasaran disitu, kenapa dia sampai seterkenal itu ? siapa dia ? akhirnya gue pun buka akun youtube itu juga. Setelah gue buka, ternyata seorang perempuan dewasa yang tampak seperti anak kecil dengan polosnya mencoba bermake up untuk segala momen dan segala cara yang baru. Setelah gue baca komenannya, sangat beragam netizen di dunia maya ini. Dari yang mulai memuji, mengaggumi bahkan sampai menghujatpun ada. Manusia sangat beragam. 
***
Overthinking gue pun kembali bertanya –tanya, untuk apa sih manusia ini membuat hal semacam ini ? untuk apa ? oke ini sebuah karya yang patut diapresiasi, dan itu hak dia atau mereka. Namun apa hal yang mendasarinya ? pertanyaan overthingking gue pun akhirnya terjawab oleh vlog ( video log) salah satu artis yang colabs bersamanya. Saat ditanya kenapa membuat hal semacam ini ? jawabnya adalah "dulu saya pernah di bully jelek, gendut dan sebagainya. Jadi saya membuat ini." Gue pun langsung nge frezz. Diem sejenak ( oh ternyata efek body shamming). Seketika gue pun keinget beauty vlogger lain yang pernah bilang hal semacam itu juga. Bahkan, alasannya untuk seseorang laki –laki. Why girls why. Kalian indah, kalian luar biasa. Kalian sudah diciptakan sesempurna itu. Kenapa harus berubah dan merubah diri untuk orang lain ? biarkan mereka menerima kalian apa adanya kalian, tanpa adanya apa –apa yang mereka inginkan.
***
Baik, gue 21 tahun dan juga pernah berfikiran seperti itu. Namun setelah gue puter balik mikirinnya untuk apa gue seperti itu ? alhasil, diusia sekarang ini gue pun hanya memakai skincare untuk melindungi kulit gue dari serangan UV, bedak dan sedikit lipstick yang hanya 1 gue punya. Gue tau apa itu primer dan teman –temannya, gue liat dari apa yang emak gue pake saat ngeriasin orang lain dulu. Ya, emak gue dulu punya salon jadi sedikit banyak gue tau gimana manfaatnya tapi disaat gue berkaca, gue mikir untuk apa sekarang ini gue pake ? biar indah ? ini cuma cover saja. Alhasil, tiap hari apa adanya. Skincare, bedak dan lipstick or liptint. Cantik yang lebih baik itu adalah cantik yang ada didalam hati dan sikap. Percuma memiliki cover yang indah namun tidak memiliki hati dan sikap yang baik. Please, be your self gils, love your self. Ada yang Body shamming ? talk to my hand. Bahagiain aja diri sendiri, rawat diri tidak harus mengubah diri. Orang lain bebas menilai, diri kita yang menjalaninya. Yakinkan bahwa kamu lebih indah daripada yang orang lain kira. See you!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Male Vs Female

Hmm, bahas gender. Hal ini terkadang cukup menarik untuk dibahas, terlebih banyak pertanyaan yang keluar dari orang lain akan masalah ini. Entah dari sisi sebuah hubungan individu dengan individu maupun dalam berkelompok. Kenapa sih cowok itu gapeka ? kenapa sih dia begini, begitu dan segala macem keluhan perempuan terhadap seorang laki –laki yang ia sayangi.  Its mainstream  untuk gue denger bahkan udah gue kategorikan sebagai hal yang basi. Akhirnya gue pun mencari apa sih perbedaan yang sesungguhnya. *** Dalam buku berjudul  men for mars, women for venus   ditulis oleh John Gray pada 1992 (gue baca di internet). Buku ini ditujukan untuk memahami hubungan antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan sikap antara perempuan dan laki-laki membuat sering terjadi salah paham antara kedua belah pihak. Namun, benarkah otak perempuan dan laki-laki bekerja dengan cara yang berbeda? *** Peneliti diabad 19 ternyata sudah dapat membedakan perempuan dan laki...