Langsung ke konten utama

BOOMERANG


Hi guys. How are u today? Im happy in new situation. Disuatu tempat dimana gue bisa mengenal kebiasaan, pendidikan di luar institusi yang gue jalanin sekarang. Dan hasilnya emang institusi gue sih yang paling mantep. Hehe

Beberapa hari yang lalu gue ngikut pelatihan. Gue sangat bersyukur bisa ikut acara itu, dimana gue bisa mengenal orang selain di lingkungan gue, at least gue introvert yang sulit memulainya darimana. Gue takut menyakiti hati orang.

Gue pun sangat bersyukur sudah bertemu dengan orang -orang yang bisa ngajak gue lebih baik. Seperti biasa, gue nggak bilang ke siapapun, gue jadiin ini sebagai konsumsi gue dan gue jadiin ini cerita ke pendengar cerita terbaik gue, Allah.

Salah satu dari beberapa hal yang gue dapet dari dia yaitu gue diajarin buat jadi orang yang memahami, tanpa meminta selalu untuk dipahami.Wchs, gue didik untuk aware sama sekitar. Entah itu orang maupun lingkungan. Gue kutip kata Gitasav “Apparently that lesson really got into my head. After encouraging my self to meet more people. Gue melihat gue punya awareness yang cukup besar dari orang –orang yang gue temui.”.tapi gue masih belum sebesar gitasav sih hehe, gue masih belajar.

Hal –hal kecil yang bisa menjadi besar di sekitar menurut gue itu semuanya berasal dari sifat manusia. Berawal dari yang kurang memahami, tapi ingin dipahami. Manusia yang ingin aman, tapi mengabaikan pengaman yang wchs disini peraturan, sampai ingin damai, tapi suka memulai memercikkan api. Contohnya ngomongin orang. Krusial banget sih kalo ngomongin orang, apalagi kekurangan yang ngga seharusnya dibicarakan. Emangnya ngga ada hal lain yang lebih penting daripada ngomongin kekurangan? Kasarnya sih lu nyinyirin dengan enak, tapi ngga seenak apa dia terima dengan apa yang lu nyinyirin. Soal bercandapun, menurut gue dijaman sekarang sifat orang yang menjadi random itupun bakal jadi boomerang.

Entahlah, ini ribetnya kita hidup dimana seorang netizen lebih banyak dan seolah benar, tanpa memikirkan dan mempertimbangkan “bagaimana dan kenapanya”. Sedangkan nalurinya manusia pasti ngga mau di omongin tapi suka ngomongin, entah, itu sebagai ajang menambah pertemanan, atau gimana gatau, gapenting juga buat diri gue ngurusin orang yang begituan.

Menurut gue sifat yang begini yang bikin masalah antar manusianya. Bisa membuat renggang hubungan pertemanan yang tadinya hangat jadi panas dsb yang lambat laun mungkin jadi sangat jauh. Jarang ada yang nyadar kalo kita itu hidup berdampingan satu sama lain, belum tau juga kan misal lu sekarang nyinyirin dia, dan suatu saat lu jadi partner dia? Ini ga cuma hal yang universal, tapi bisa berdampak dengan hal yang lebih kompleks.

Mulai dari sekarang, kita harus lebih berhati hati dan lebih menscanning apa yang kita bicarakan atau katakan dengan orang lain, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu dibicarakan. Isi hati orang mana ada yang tau selain dia yang merasakan. Pemikiran orang lain mana ada yang tau, apalagi dengan kata yang bisa ambigu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Male Vs Female

Hmm, bahas gender. Hal ini terkadang cukup menarik untuk dibahas, terlebih banyak pertanyaan yang keluar dari orang lain akan masalah ini. Entah dari sisi sebuah hubungan individu dengan individu maupun dalam berkelompok. Kenapa sih cowok itu gapeka ? kenapa sih dia begini, begitu dan segala macem keluhan perempuan terhadap seorang laki –laki yang ia sayangi.  Its mainstream  untuk gue denger bahkan udah gue kategorikan sebagai hal yang basi. Akhirnya gue pun mencari apa sih perbedaan yang sesungguhnya. *** Dalam buku berjudul  men for mars, women for venus   ditulis oleh John Gray pada 1992 (gue baca di internet). Buku ini ditujukan untuk memahami hubungan antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan sikap antara perempuan dan laki-laki membuat sering terjadi salah paham antara kedua belah pihak. Namun, benarkah otak perempuan dan laki-laki bekerja dengan cara yang berbeda? *** Peneliti diabad 19 ternyata sudah dapat membedakan perempuan dan laki...

Be your self

Gue akhir –akhir ini nge aktifin kembali sosial media gue yang bernama instagram. Mirip anak remaja jaman sekarang, labil. Instal, un instal. Gue sendiri sebenernya pake instagram juga belum ngerti manfaat dari gunain instagram, yang gue tau cuma liat reality life dari orang lain sehari –harinya, dan gue cenderung lebih suka ke sosial media twitter yang dimana disana banyak informasi yang gue dapet dibandingkan ngeliat kehidupan orang lain. *** Disuatu hari, gue liat sebuah instastory dari seseorang selebgram terkenal. Dia suka ngereceh, nge upload screenshoot –an dari fansnya yang ngerekomendasiin dirinya untuk buka akun youtuber yang akhir –akhir ini terkenal akan berdandan yang unik dan langka. Gue langsung penasaran disitu, kenapa dia sampai seterkenal itu ? siapa dia ? akhirnya gue pun buka akun youtube itu juga. Setelah gue buka, ternyata seorang perempuan dewasa yang tampak seperti anak kecil dengan polosnya mencoba bermake up untuk segala momen dan segala cara yang baru...